Archive for Juli, 2007

Orang-orang Berjiwa Besar (1)

Ketika pulang menuju Cibinong dari Salemba, lewat jalan raya bogor, saya melihat seorang bapak petugas parkir jalanan yang sedang mengatur kendaraan yang lewat, yang membuat saya kaget, bapak petugas parkir  itu (maaf)  cacat fisik pada kedua kakinya.  Saya memperhatikan dari mobil  bapak itu dengan menggunakan seragam petugas parkir, dengan bangga dan semangatnya mengatur kendaraan yang lalu lalang agar jalanan tertib dan teratur.  Yang membuat saya lebih kaget lagi, ada anak muda memberi uang (saya tidak melihat dengan jelas, mungkin sekitar 3 ribu) kepada bapak petugas parkir tersebut, ternyata bapak itu menolaknya dengan memberi isyarat tangannya agar anak muda itu tidak usah memberikan uang kepadanya sambil memberitahu dia lagi sibuk (menurut asumsi saya karena saya tidak mendengar apa yang dikatakan bapak petugas parkir kepada anak muda itu, bahwa dirinya menolak pemberiannya karena dia bukan seorang peminta-minta,  dia lagi sibuk bekerja).

Kagum sekali, saya dibuatnya, bapak petugas parkir tersebut benar-benar orang yang sangat hebat-berjiwa besar, jarang sekali pada zaman sekarang ada orang yang seperti itu.  Orang kaya tidak puas dengan rumahnya yang sudah megah ingin punya rumah lagi, orang kaya yang punya mobil mewah ingin punya mobil lagi dan macam-macam kelakuan orang-orang pada zaman sekarang.  Melihat bapak petugas parkir, bagaikan menemukan sebuah intan-berlian di kubangan lumpur yang kotor.

Salah besar kalau untuk hidup mengandalkan status, fisik, materi saja tapi juga jiwa yang memiliki kebesaran dan kelapangan.  Mudah-mudahan bapak petugas parkir diberi kemudahan dan keluasan rezeki oleh Allah SWT untuk membekali hidup bagi dirinya dan keluarganya.

Insyaallah bersambung ……………………..

Add comment Juli 31, 2007

Hidupkan Masjid (1)

Ketika selesai sholat sunnah bada isya, tiba-tiba seorang pemuda menyapa saya dari belakang, dia memperkenalkan diri begitu juga saya, ternyata anak muda tersebut bernama Hanafi (seorang muallaf yang dulunya bernama Hendrik, masuk islam semenjak 2 bulan yang lalu pada saat itu).  Dia bercerita bagaimana dulu dia masuk islam, (dalam hati,saya ucapkan puji syukur kepada Allah, Allah sebarkan taufik dan hidayah kepada siapapun yang Allah kehendaki),  dia bercerita bagaimana ujian melanda dia, bapak mengusirnya (mungkin bapaknya kaget dan dia tidak bicara baik2 kepada bapaknya).  Sehari-hari aktivitas dia membantu bapaknya berdagang, uang didapatkannya dari upah yang diberikan bapaknya selama dia membantu berdagang.  Bapaknya tidak suka dia meninggalkan dagangannya karena dia mau sholat. Karena bapaknya mengusirnya pada waktu itu, otomatis biaya untuk hidup tidak ada karena hanya mengandalkan dari upah bapaknya, dan dia hanya lulusan SMP. Dia mengeluh soal ekonominya, dalam hati saya, saya juga lagi butuh biaya kuliah S2 (sungguh egois dan pelit saya), saya langsung teringat bagaimana Rasulullah dan para sahabat yang memiliki sifat iqram (memuliakan) kepada saudara semuslim yang sangat tinggi, langsung saja saya menanyakan kebutuhannya sekarang. Karena keinginannya belajar mengaji tinggi, dia ingin membeli buku Iqra tapi tidak punya uang, dan dia bertanya kepada saya apakah saya punya buku Iqra dan juga dia belum makan pada hari itu. Saya langsung pulang mencari buku iqra (alhamdulillah ada), dan saya bawakan beberapa baju koko, sarung dan celana serta nasi beserta lauk-pauk dan sayur dalam satu nampan untuk makan sama2.  Sambil makan bersama dalam satu nampan (sunnah Nabi), dia bertanya kepada saya yang membuat saya malu sebagai umat Nabi, yang dia tanyakan “Mengapa umat islam yang peduli akan muallaf yang kurang mampu seperti dirinya hanya sedikit sekali”, saya agak lama menjawabnya, sambil meneruskan makan dan menunggu ilham, saya menceritakan bagaimana dulu para sahabat yang mempunyai sifat mulia, memberlakukan saudara muslim seperti diri mereke sendiri, dan saya juga menceritakan kondisi umat islam sekarang karena kelemahannya dan ketidakpahamannya akan islam belum bisa meneladani para sahabat (begitu juga saya), setelah mendengar cerita saya (padahal saya tidak menjawab pertanyaannya, hanya cerita saja) dia akhirnya memaklumi. Setelah makan, dia pamitan untuk pergi (saya tidak tahu dia pergi kemana, katanya dia mau pergi ke masjid lain) dan minta doa agar diberi kekuatan menjalankan islam.

Setelah dia pergi, saya berpikir kenapa yang dia temui selepas sholat isya tadi itu saya, kenapa bukan imam masjid atau ustadz (karena tadi di masjid ada kajian tafsir quran) yang notabene punya segudang ilmu dan pengalaman.  Mungkin kalo ada Ustadz atau Imam Masjid saat itu masalah bisa selesai.  Kalau dipikul saya sendiri sepertinya berat sekali. 

Andai masjid seperti kantor atau pabrik yang setiap saat ada yang memikirkannya, ada yang mengaturnya, ada yang mengelolanya  pagi sampai malam, mungkin masjid tidak sesepi seperti sekarang, orang-orang berbondong-bondong ke masjid, menyelesaikan masalah di masjid, bertukar pikiran di masjid, kalau ada masalah orang-orang larinya ke masjid, orang-orang cinta masjid. (Kapan masjid bisa seperti itu ?)

Masjid-masjid sekarang hanya sebagai simbol keagamaan saja (Megah tapi gak ada yang mo ngisi), tidak ada bedanya dengan Peti Mati (Sama-sama megah juga tapi gak ada yang mo ngisi).  Perbanyak istighfar.

Insyaallah bersambung …………………..

1 comment Juli 27, 2007

Implementasi Sistem Informasi Geografis Dalam Tahap Site Planning Pada Sistem Telekomunikasi Seluler

Add comment Juli 26, 2007

“Perang Teluk” di Senayan

Kemenangan yang diperoleh Irak atas Korsel, dan Arab Saudi atas Jepang di Semi Final tadi malam, membawa kedua tim tersebut berhak melanjutkan pertandingan di Gelora Bung Karno Ahad besok. Kedua tim yang sama-sama berasal dari Asia bagian barat akan berjumpa di partai puncak Piala Asia Tahun 2007.  Kesuksesan kedua tim asal negeri arab tersebut tak lepas dari mental para pemainnya yang sangat luar biasa.

Seperti Irak, saya jadi bingung kapan latihannya tuh tim, negaranya aja perang melulu, ancaman bomnya dimana-mana, tapi punya tim sepak bola yang hebat kaya gitu, gimana kalo negaranya aman bisa juara dunia kali ya….

Arab saudi dengan determinasi tinggi bisa mengimbangi permainan “cantik ” Jepang yang dimotori oleh Nakamura (gelandang Glasgow Celtics), bahkan bisa mengungguli Jepang dengan skor 3-2 dengan gol kelas dunia dari Malek. Lihat permainan Malek inget pemain chelsea Shaun Wright Philips, kecil lincah. Pengennya sih final beda kawasan timur vs Barat, karena punya karakter pemainan yang beda, jadi seru banget tuh. Tapi hasil tadi malam jadi satu kawasan barat vs barat, “Perang Teluk” deh jadinya.

Yang penting pertandingan semifinal tadi malam memberi hiburan dan pelajaran bagi kita bagaimana sepakbola tidak hanya mengandalkan teknik, fisik dan kerjasama tim tapi juga mental dan kepercayaan diri. Semoga ini juga menjadi pembelajaran bagi Mas Ponarya Cs untuk menghadapi pertandingan2 selanjutnya dan Mr. Ivan Kolev untuk mengarsiteki tim Indonesia.

Selamat menikmati “Perang Teluk” di Senayan

*) moga-moga lampu stadion gak mati lagi :)

Add comment Juli 26, 2007

Menyetting Default Starting – up pada Linux Ubuntu-Festy Fawn

Beberapa bulan yang lalu, saat mengisi pelatihan linux dalam rangka mengenalkan open source di lingkungan fakultas dan LPT.  Ada peserta yang bertanya kepada saya, bagaimana cara mengubah default starting – up OS setelah komputer dijalankan, maksudnya ketika kita meng-install beberapa OS pada komputer kita, otomatis ada beberapa OS yang dapat digunakan di komputer kita, contoh kita menginstall 2 OS linux dan Windows, ketika kita menjalankan komputer terdapat 2 pilihan untuk masuk ke OS tersebut, secara otomatis satu OS terpilih contoh Linux, yang dia tanyakan bagaimana mengubah pilihan tersebut langsung mulai dari window.

Di bawah ini saya sampaikan tips dan trik untuk mengubah default starting up OS pada komputer dengan menggunakan Linux Festy Fawn, langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Setelah masuk ke Linux Ubuntu, pilih menu terminal

2. Masuk ke super user, dengan perintah sudo – i

3. Masuk ke root, dengan perintah : CD /

4. Masuk ke direktori grub, dengan perintah : CD boot/grub

5. Buka file menu.lst dengan perintah : pico menu.lst *) optional ->untuk edit bisa menggunakan editor lain.

6. Edit sesuai dengan keinginan, contoh :

- untuk menyetting default starting-up : bisa diubah nilai default sesuai dengan urutannya (urutan paling awal dimulai dari 0)

- untuk menyetting waktu starting-up : bisa diubah nilai time out -nya

- untuk menyetting tampilan menu bisa mengubah title sesuai dengan yang diinginkan.

7. Simpan perubahannya.

8. Restart komputer untuk melihat hasilnya.

Semoga bermanfaat.

Selamat mencoba.

Add comment Juli 26, 2007

Demam Kampanye Pilkada DKI

Pada saat keluar makan siang sama teman2 kantor berpapasan dengan bus miniarta lewat jalur yang semesti. Di bis itu banyak embel-embel stiker dan postur salah satu kandidat Cagub DKI No.1, seorang kondektur bis yang ikut kampanye, ehhh ternyata aktivitis partai yang mendukung Cagub tersebut, dia menyapa saya dari kejauhan ternyata sobat lama waktu saya kuliah s1 (Si Tri). Pas saya liat isi bis nya ternyata banyak juga ada ibu2 yang bawa anaknya, tentu juga aktivis dari kalangan akhwat ikut juga.  Mereka sangat semangat meneriakkan yel-yel sesuai no. pilihan Cagubnya, seperti supporter Indonesia yang mendukung Ponarya cs. Yang penting menurut saya masyarakat DKI tetap dewasa menyikapi perbedaan dalam Kampanye saat ini.

Semoga Pilkada menjadi pintu perubahan kearah kebaikan khususnya kota Jakarta. 

Ayo Benahi Jakarta !

Add comment Juli 25, 2007

Merubah Kebiasaan

Setelah membaca buku 10 kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas karangan Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu’ayyid, menggugah fikir dan hati untuk merubah semua kebiasaan yang buruk bahkan yang sia-sia menjadi kebiasaan yang baik dan produktif.

Jadi teringat ulama-ulama terdahulu yang bisa menulis buku sampai berpuluh-puluh buku, sedangkan tidak melupakan da’wah mereka, ibadah mereka hubungan dengan keluarga dan masyarakat. Bandingkan dengan ibadah kita, seperti saya contohnya sholat malam 2 rakaat berat sekali, da’wah dan silaturahim mungkin seminggu sekali, nulis buku gak jadi-jadi.  Ternyata (menurut pemikiran saya) ulama-ulama terdahulu mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang menjadi rutinitas pekerjaan secara konsisten mungkin waktu dan tempatnya. Jadi ingat kuliah yang disampaikan oleh Pak Riri saat Kuliah S2 ITPM salah satu organisasi yang sukses adalah yang memiliki routine task.

Maka saya pun niat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk bahkan sia-sia untuk menjadi sebuah kebiasaan yang baik dan produktif walaupun secara bertahap-tahap.

Jawaban itu termuat di buku tersebut, di buku itu memberi solusi berupa tools untuk membantu kita mengubah kebiasaan bahkan melakukan kebiasaan yang sebelumnya kita lakukan.

Contohnya kebiasaan saya adalah abis sholat shubuh (abis dzikir pagi) tidur lagi – hal ini Rasulullah anjurkan agar tidak tidur selepas shubuh, bagaimana menghilangkan kebiasaan tersebut ??? perlu tahapan untuk mengubahnya.

10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas, dibagi menjadi 3 Point Pokok, tiap point dibagi beberapa pokok, diantaranya :

Pandangan Hidup : Berusaha Mencapai Keunggulan, Menentukan Tujuan, Membuat  Rencana, Menyusun Prioritas.

Keahlian : Fokus, Manajemen Waktu, Berjuang Melawan Diri Sendiri

Hubungan Dengan Sesama Manusia:Kepiawaian Berkomunikasi, Berpikir Positif, Seimbang.

 Semoga menjadi pencerahan untuk kita semua khususnya saya.

Add comment Juli 25, 2007

Salam Untuk Semua

Wahana Muzakarah adalah wadah untuk berdiskusi dan bertukar ilmu dan pengetahuan baik dunia maupun agama.

:: dipersembahkan untuk saudara-saudara di seluruh alam ::

Add comment Juli 24, 2007


Halaman

Kategori

Arsip

 

Juli 2007
S S R K J S M
    Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Komentar Terakhir

isfiya di Hasil Survey
nyurian di Hasil Survey
nyurian di Tentang Saya
nyurian di Tentang Saya
nyurian di Hasil Survey

Blog Stats