Sering kita membaca buku, mendengarkan beberapa kutipan penting, mengalami dan menyelesaikan beberapa kerjaan yang khusus, melihat peristiwa dan kejadian yang penting, berdiskusi dengan teman, murid ataupun guru. Sehingga dengan itu semua maka semua knowledge hasil dari hal di atas sampai kepada kepala kita.
Bagaimana semua knowledge itu masuk sekaligus ke kepala, apalagi semua proses itu terjadi secara sekuensial pada hari itu juga. Yang pasti pusing, itu yang dialami saya, sehingga knowledge itu seakan-akan percuma dan hilang seiring waktu berjalan.
Ya, begitulah manusia, knowledge canggih dan bagus tidak suka dimiliki oleh orang lain, sayang sekali kalau orang yang lain punya knowledge yang sama dengan kita. Itu Paradigma yang salah. Justru itu menutup knolwedge yang kita miliki, knolwedge itu bisa tidak berkembang dan “mandek” kalau knowledge itu hanya “ngumpet” di kepala kita.
Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya menemukan solusinya. Membaca dan mengkaji dari siroh nabi dan kisah sahabat r.hum, ternyata luar biasa sekali. Rasulullah SAW mengajarkan sahabat untuk berbagi pengetahuan (sharing knowlegde) kepada sahabat lain . Ketika selepas Rasulullah SAW membuat ta’lim, sahabat disuruh untuk menyampaikan ke yang lain yang tidak hadir dan juga disampaikan ke istri dan keluarga dirumah disampaikan secara langsung melalui mulut tanpa ada perantara, dan inilah hebatnya perputaran knowledge secara dahsyat.
Hal ini menarik bagi diri saya untuk belajar untuk sharing knowledge ke orang lain, awal-awal sih susah knowledge yang didapat sering lupa, maka saya catat dibuku atau dikertas, hal ini malah makin repot kertas atau buku sering lupa menyimpannya. Ya, kadang-kadang didiskusikan ke teman yang atau ke yang lainnya.
Dengan perkembangan teknologi saat ini khusus dibidang teknologi informasi dan komunikasi hal ini sangat mendukung sekali untuk sharing knowledge. Akhirnya melirik ke internet, disana disediakan web hosting gratis tapi kurang optimal penggunaannya, memilih weblog untuk sarana sharing knowledge cukup efesien walaupun masih tahap belajar.
Dimana pun kita berada dan kapan pun kita berada jangan ragu dan malu untuk sharing knowledge.
Hidupkan dan budayakan sharing knowledge, lempar jauh-jauh budaya “menyimpan dalam-dalam” knowledge pada diri kita.
Semoga bisa menjadi pencerahan bagi diri kita.
salam,
Fahrul Nurzaman